Diskless adalah sebuah PC (personal computer) atau workstation yang tidak memiliki harddisk maupun floppy disk dan melakukan akses datanya ke file server melalui jaringan komputer lokal (local area network). Kode program untuk bootstrap ditempatkan di non-volatile storage. Sistem ini menggunakan sebuah protokol sederhana seperti BOOTP untuk melakukan permintaan dan mendownload kode program lainnya yang dibutuhkan sehingga operasi bisa diambil alih oleh sistem operasi.
Fasilitas co.cc Instalasi 2000 Server
•September 6, 2008 • Leave a CommentFasilitas co.cc
Punya domain sendiri merupakan hal yang menyenangkan. Akan tetapi, tidak semua orang mampu atau bahkan punya keinginan untuk membeli sebuah domain. Kalau domainnya gratis? mungkin bisa menjadi salah satu solusi.
Domain .co.cc, merupakan sub domain yang bisa kita dapatkan secara gratis. Domain gratis ini sangat cocok untuk web, forum komunitas, blog pribadi, dan sebagainya.
Kelebihan yang ditawarkan oleh domain .co.cc ini yang paling saya senangi karena adanya dukungan konfigurasi name server (DNS), selain fasilitas web forward untuk mengalihkan url domain .co.cc yang telah kita daftar ke alamat lain yang kita inginkan.
Anda mungkin punya blog yang dihosting di blogger dengan nama panjang seperti tukaranlink.blogspot.com. Kita bisa menggunakan layanan .co.cc ini untuk blog tersebut seperti tukaranlink.co.cc.
CO.CC:Free Domain
Nah, tunggu apa lagi, kalau pengen punya domain kenapa tidak beli aja? kalau ada yang gratis kenapa tidak dicoba? silakan daftarkan sekarang juga.
Bukan cuma itu, kita juga bisa menggabungkannya dengan layanan Google Apps, sehingga kita bisa memiliki alamat email dengan format seperti namakita@namadomainkita.co.cc dengan kapasitas penyimpanan email sebesar 6 GB per user.
Instalasi Windows 2000 Server
1. Pertama masukan cd win 2000 server
2. Lalu masuk ke bios, ubah firstbootnya menjadi cd rom, lalu tekan F10 (save & exit)
3. Tekan tombol apa saja untuk boot dari cd
4. tekan tombol enter untuk memulai setup
5. pada licence agreement, tekan F8 untuk agree
6. Pilih partisi C lalu tentukan partisinya, setelah selesai tekan enter
7. maka akan muncul menu format, pilih format NTFS file system, lalu enter
8. Lalu tunggu pengformatan selesai (setup is formating)
9. Kemudian tunggu sampai pengcopyan selesai, lau saving configuration, lalu computer akan merestart.
10. ubah first bootnya menjadi hardisk
11. Lalu masuk pada wizard setup, lalu next
12. Maka akn muncul kotak dialog instalasing device, tunggu sampai selesai
13. lalu muncul kotak dialog regional setting,lalu next
14. setelah itu isikan nama di personalize your software, tekan next
15. Masuk licesing modes, pilih mode yang akan digunakan, pilihlah preserver dan isikan jumlah koneksi = 5 klien,yang berarti dihitung berdasarkan jumlah klien yang melakukan koneksi ke server.
16. Selanjutnya akan masuk ke computer name administrator, masukan nama, lalu next
17. Lalu isikan date and setting, lalu next
18. Tunggu sampai networking setting selesai
19. Pada windows component pilihlah menu-menu yang sekiranya kalian butuhkan pada win 2000 server. Kemudian tunggu installing component selesai
20. Setelah itu akan muncul performing final task, tunggu hingga
* Instaling star menu items
* Register components
* Save setting
* Remove only temporary file used
Tunggu hingga semua component tersebut selesai
21. Maka sampailah kita pada tahap akhir yaitu completing windows 2000 server, lalu finish. Lalu dilanjutkan dengan instalasi driver.
Tugas Pak Hendry
•September 4, 2008 • Leave a CommentLangkah – langkah konfigurasi web Server
A. Mendefinisikan Web Site
1. Jalankan program Internet Service Manager yang telah terinstal di komputer server dengan cara klik tombol Star > Program > Administrative Tools > Internet Service Manager.
2. Dari tampilan program IIS, kemudian buat sebuah web site dengan langkah klik tombol action hingga muncul menu, lalu pilih New >>Web Site,
3. Kemudian muncul ucapan selamat datang pada program panduan (wizard) untuk membuat web site , lalu pilih tombol Next hingga muncul tampilan.Untuk bagian description isi nama web site yang akan kita buat, misalnya : movingcel.com lalu pilih next :
4. Selanjutnya pilih tombol next, hingga muncul tampilan menu untuk pemilihan IP Address dan nomor port untuk web site,
5. Pada langkah berikutnya pilih tombol Next, hingga muncul menu untuk memilih lokasi direktori tempat menyimpan data data web site.
dengan Lokasi direktori data web site di c:\inepub\wwwroot
6. Berikutnya pilih tombol Next, hingga muncul tampilan pengaturan hak akses web seperti . Pilih dengan memberi tanda centang. Saat ini kita pilih read, run script, excekute dan browse.
7. Selanjutnya pilih tombol Next, hingga muncul konfirmasi bahwa proses pembuatan web site secara terpandu sudah selesai, lalu tekan tombol finish untuk mengakhirinya
8. Setelah menekan tombol finish, maka akan kelihatan pada program IIS akan muncul nama web site yang dibuat dengan sejumlah file dan direktori yang ada.
B. Mengkonfigurasi Server Extensions
Setelah pendefinisian web site selesai, maka dilanjutkan dengan pengaturan konfigurasi server extension. Dengan langkah sebagai berikut :
1. Dari menu IIS, kemudian pilih dan klik tombol action >> All Tasks >> Configure Server Extension, hingga muncul tampilan Pengaturan server extension di IIS
2. Kemudian muncul tampilan selamat datang pada program server extension configurations,
3. Kemudian pilih Next, hingga muncul tampilan pembuatan kelompok windows seperti tampak 4. Pilih Next, hingga muncul menu pemilihan administrator sebagai orang yang punya hak pengelolaan web site,
5. Pilih Next, sehingga akan muncul tampilan untuk pengisian email server . Pada dialog ini kita pilih No, I’ll do it latter. Hal ini karena pada Windows 2000 server belum dilengkapi dengan program mail server. Sehingga untuk penggunaan email, perlu bantuan program yang lain.
6. Selanjutnya kita pilih Next, hingga muncul tampilan finish yang menginformasikan bahwa kegiatan konfigurasi server extension sudah selesai,
3. Mengkonfigurasi DNS (Domain Name Sytem ) Server
DNS merupakan suatu protocol yang berfungsi untuk menjembatani antara alamat jaringan dalam bentuk IP addres yang berupa angka – angka menjadi kata – kata yang mudah di ingat dan dapat menjadi identitas dari suatu lembaga. Dalam konfigurasi DNS Server ini terdiri dari dua kelompok, yaitu :
A. Mendefinisikan New Zone
1. Jalankan program DNS dengan cara pilih tombol Start >> Program >> Administrativ Tools >> DNS,
2. Buat New Zone dengan cara klik Action lalu pilih New,
3. Sehingga akan muncul tampilan ucapan selamat datang dalam pembuatan new zone seperti
(New Zone Wizard)
4. Pilih Next, hingga muncul tampilan pemilihan zone type lalu pilih standard primary
5. Pilih Next, hingga muncul tampilan pengisian nama zone yang mau dibuat. Ketik movingcel.com,
6. Pilih Next, hingga akan tampil nama file movingcel.com.dns sebagai tanda telah berhasil pembuatan zone baru movingcel.com,
7. Pilih Next, sehingga akan muncul informasi bahwa pembuatan zone baru secara terpandu telah selesai, lalu tekan tombol finish untuk mengakhiri proses pembuatan zone movingcel.com, 8. Setelah tombol finish ditekan, maka akan tampil jendela zone yang sudah dibuat movingcel.com
B. Mendefinisikan New Host
Dalam pendefinisian new host ini dimaksudkan agar alamat web menjadi komplit dari yang movingcel.com menjadi www.movingcel.com. Langkah langkah pembuatan new host adalah sebagai berikut :
1. Dari tampilan DNS kemudian cari nama web site yang sudah dibuat dalam zone create,
2. Dari tampilan DNS kemudian pilih tombol action atau pilih movingcel.com kemudian klik kanan hingga muncul menu pop up, lalu klik new host.
3. Pilihan pembuatan new host akan memunculkan menu new host seperti pada gambar 33.a lalu kit isi name : www dan ip address : 219.200.20.231f hx dmiyrl
4. Lalu pilih tombol Add Host lalu tekan tombol Done, sehingga jika proses pembuatan berhasil akan muncul tampilan yang memberikan informasi bahwa pembuatan new host telah sukses,
5. Kemudian muncul tampilan lanjutan pembuatan new host
6. Dengan menekan tombol done, maka akan muncul menu DNS dengan tambahan www pada bagian forward zone movingcel.com,
4. Melakukan pengaturan property web site
Pengaturan ini dimaksudkan agar setiap kita mengakses web site dengan mengetikan alamat www.movingcel.com pada address bar program browser (internet explorer) maka server akan mengarahkan kita untuk membuka file index.html sebagai halaman utama web site tersebut. Langkah pengaturan web site sebagai berikut:
1. Masih dari program IIS, kemudian pilih nama web site yang ada : movingcel.com lalu pilih tombol action, hingga muncul menu pop up lalu klik tombol properties .
2. Pemilihan menu properties pada movingcel.com akan memunculkan dialog properties.
3. Pilih tab Documents untuk pembuatan file index.html dengan cara pilih tombol add lalu ketik nama file : inde.html pada kotak isian.
Pembuatan file index.html sudah berhasil, tampak pada gambar dengan posisi masih dibawah, sehingga perlu digeser keatas dengan menekan tombol naik di sebelah kiri nama file hingga berada paling atas seperti gambar .
5. Proses pengaturan web site : movingcel.com sudah selesai, lalu tekan tombol ok maka web site sudah dapat di jalankan dengan cara membuka program browser (internet explorer) dari komputer server dan komputer yang lain, lalu pada bagian address bar ketik : http://www.movingcel.com Jika mampu program browser mampu menampilkan halaman index.html, maka proses konfigurasi web server (IIS) dan DNS server telah berhasil. Jika belum maka ulangi langkah- langkah tersebut diatas dengan teliti dan hati – hati.
Install PHP
Pertama, extract paket PHP Anda. Saya lebih suka mengextrac dalam satu direktori yang sama dengan paket Apache yang sudah terinstall ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2 ). Buat direktori php. Copy file php.ini-dist di direktori PHP ke direktori windows ( C:\Windows atau C:\Winnt tergantung jenis Windows ) dan rename file menjadi php.ini. Ini adalah file konfigurasi PHP yang nantinya akan kita modifikasi.
Selanjutnya, pindah file php4ts.dll dari direktori PHP ke subdirektori sapi. Anda juga bisa menempatkan php4ts.dll ketempat lain seperti :
- Direktori dimana apache.exe berada, yaitu ( C:\Program
Files\Apache Group\Apache2 \bin) - Atau pada %SYSTEMROOT%\System32, %SYSTEMROOT%\system dan %SYSTEMROOT%
directory.Note: %SYSTEMROOT%\System32 hanya pada Windows NT/2000/XP) - Atau pada semua %PATH%
Modifikasi Konfigurasi Apache
Apache belum mengenali instalasi PHP Anda. Anda harus menambahkan PHP pada konfigurasi Apache pada C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf dan tambahkan baris-baris berikut :
LoadModule php4_module php/sapi/php4apache2.dll
AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps
Baris pertama memberitahu Apache dimana me load dll yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP dan baris kedua menunjukkan bahwa setiap file berekstensi .php akan diproses sebagai file PHP. Anda sebenarnya juga bisa mengubahnya ke apa saja yang Anda inginkan seperti .html atau bahkan .asp!. Baris ketiga ditambahkan agar Anda bisa melihat source code file PHP Anda di browser window(tentunya file dengan ekstensi .phps).
Sekarang restart Apache untuk melihat hasil perubahan yang Anda lakukan ( Start
> Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) . Untuk mengetahui apakah konfigurasi Anda sudah benar buat file baru, beri nama test.php dan letakkan di direktori document root ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs ). Isi file tersebut seperti dibawah ini.
<?phpphpinfo();
?>
phpinfo() adalah fungsi PHP yang akan memberitahu Anda tentang segala hal mengenai PHP dan konfigurasi server yang telah Anda install. Ketik http://localhost/test.php pada browser address bar dan jika semunya benar, maka Anda akan melihat seperti ini :
Install MySQL
Pertama extract paket Anda (misalnya mysql-4.0.18-win.zip ) ke temporary directory, kemudian jalankan setup.exe. Klik tombol next hingga proses instalasi selesai. Secara default MySQL akan diisntall di C:\mysql.
Buka DOS window dan pindah ke direktori C:\mysql\bin dan ketik mysqld-nt –console , Anda akan melihat pesan sebagai berikut :
C:\mysql\bin>mysqld-nt –consoleInnoDB: The first specified data file .\ibdata1 did not exist:
InnoDB: a new database to be created!
040807 10:54:09 InnoDB: Setting file .\ibdata1 size to 10 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
040807 10:54:11 InnoDB: Log file .\ib_logfile0 did not exist: new to be
created
InnoDB: Setting log file .\ib_logfile0 size to 5 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
040807 10:54:12 InnoDB: Log file .\ib_logfile1 did not exist: new
to be created
InnoDB: Setting log file .\ib_logfile1 size to 5 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
InnoDB: Doublewrite buffer not found: creating new
InnoDB: Doublewrite buffer created
InnoDB: Creating foreign key constraint system tables
InnoDB: Foreign key constraint system tables created
040807 10:54:31 InnoDB: Started
mysqld-nt: ready for connections.
Version: ‘4.0.18-nt’ socket: ” port: 3306
Sekarang coba buka DOS window lain dan ketik C:\mysql\bin\mysql
jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat MySQL client sedang running :
C:\mysql\bin>mysqlWelcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>
Ketik exit pada console mysql> untuk keluar dari MySQL client.
Bagaimana install MySQL sebagai Service Windows? Prosesnya sederhana, cukup ketik mysqld-nt –install dan net start mysql untuk menjalankan service. Sebelumnya shutdown MySQL server dulu menggunakan mysqladmin -u root shutdown
C:\mysql\bin>mysqladmin -u root shutdown
C:\mysql\bin>mysqld-nt –install
Service successfully installed.
C:\mysql\bin>net start mysql
The MySQL service was started successfully.
C:\mysql\bin>mysql
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>
Modifikasi file komfigurasi PHP ( php.ini )
PHP menyimpan semua konfigurasi dalam satu file yang disebut php.ini.Anda bisa mencari file ini pada direktori tempat PHP Anda diinstall. Beberapa perubahan kdang diperlukan misalnya untuk menggunakan PHP extension.
Beberapa perubahan yang diperlukan antara lain :
- register_globals
- error_reporting and display_errors
- extension and extension_path
- session.save_path
- max_execution_time
register_globals
Sebelum PHP 4.2.0 default value untuk register_globals adalah On dan setelah 4.2.0 menjadi Off. Alasan utamanya tentu adalah source code yang aman apabila register_globals bernilai Off pada php.ini.
error_reporting and display_errors
Set value nya menjadi error_reporting = E_ALL selama pross development. Cuman saya lebih sering menggunakan E_ERROR, jadi hanya error yang krusial saja yang akan ditampilkan :p
Alasan menggunakan E_ALL selama pengambangan agar Anda bisa melihat semua Bugs(kesalahan)dalam code Anda. PHP akan mengeluarkan pesan error setiap code Anda salah dan pesan peringatan ( misalnya jika Anda mencoba menggunakan variable yang tidak diinisialisasi dulu).
Catatan, Anda bisa mengubah value nya menjadi E_NONE setelah development.
Jangan lupa untuk memberi nilai On pada bagian display_erros agar setting error_reporting = E_ALL juga berfungsi
extension dan extension_path
PHP4 punya sekitar 51 extensions seperti GD library ( untuk membuat dan memanipulasi grafik), CURL, PostgreSQL support dll. Extensions ini tidak secara otomatis berfungsi. Jika Anda membutuhkan extension tententu maka Anda juga harus menspesifikasi dimana extension tersebut dan menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP.
Nilai extension_path harus diset sesuai dengan direktori dimana extension diinstal yang biasanya PHP_INSTALL_DIR/extensions, PHP_INSTALL_DIR adalah direktori instalasi PHP Anda. Contoh jika Anda menginstall PHP di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\php maka extensions path adalah :
extension_path = C:/Program Files/Apache Group/Apache2/php/extensions/
Jangan lupa menambahakan slash agar berfungsi dengan benar
Setelah Anda menspesifikasi extension_path Anda juga harus menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP pada extension yang digunakan. Comment diawalai dengan tanda semicolon (;). Contoh jika Anda ingin menggunakan GD library hiangkan tanda semicolon pada awal ;extension=php_gd2.dll menjadi extension=php_gd2.dll
session.save_path
Konfigurasi ini akan memberitahu PHP dimana menyimpan session data. Ubahlah sesuai keinginan Anda. Di Windows Anda bisa mengubah nilainya menjadi session.save_path = c:/windows/temp/
max_execution_time
Nilai default max_execution_time adalah 30 ( dalam detik ).
Jika script Anda butuh waktu lebih untuk proses maka Anda bisa merubah nilai max_execution_time lebih tinggi sesuai kebutuhan Anda
PHP memiliki fungsi untuk memodifikasi konfigurasi pada runtime,yaitu ini_set(). Setting file konfigurasi PHP menggunakan fungsi ini tidak permanent, ketika sebuah script selesai dieksekusi, maka setting ini juga hilang.
Hello world!
•September 4, 2008 • 1 CommentWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

